Minggu, 26 Mei 2013

DEMOKRASI

Demokrasi ialah berasal dari bahasa  Yunani, demos yang berarti rakyat dan cratein yang berarti pemerintahan atau memerintah. Dengan demikian demokrasi berarti pemerintahan rakyat. Abraham lincoln mengatakan bahwa demokrasi adalah pemerintahan yang berasala dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Pemilihan Secara Langsung : Suatu Negara yang menganut sistem demokrasi  memang memberikan kesempatan pada semua lapisan masyarakat  dan rakyatnya untuk ikut serta dalam menentukan pengambilan kebijakan roda pemerintahan baik secara langsung maupun tidak langsung (sistem perwakilan rakyat). Indonesia termasuk salah satu negara demokrasi yang sudah berulangkali melaksanakan pesta demokrasi secara tidak langsung, dan sudah 2 -3 kali secara langsung. Sejak  tahun 2004 di Indonesia melaksanakan pemilihan Presiden dan  Wakil Presidennya  secara langsung bahkan pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah demikian juga. Dari beberapa kali proses itu masing-masing ada positiefnya dan ada pula kelemahannya. pemilihan langsung sudah dilaksanakan dua kali untuk Presiden dan untuk para Kepala-kepala Daerah TK I dan II juga telah dilaksanakan,  ada yang sudah duakali diberbagai daerah, tapi ada juga yang baru sekali di beberapa daerah di  Indonesia. Rakyat beramai-ramai bersuka cita ikut meramaikan suasana kampanye sebagai perwujudan pesta demokrasi, ikut kesana kemari menyaksikan atau ingin mendengarkan program-program yang ditawarkan oleh para calon wakil rakyat, calon pimpinan Daerah ataupun calon presiden dan wakil presiden. Namun di sini kebanyakan rakyat Indonesia belum bisa memilah-milahkan, bahwa kampanye itu mestinya bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat untuk  menentukan pilihannya kira-kira program dari calon mana yang terbaik dan lebih mempunyai nilai rasionalitas untuk dilaksanakannya program yang ditawarkan tersebut. Tetapi yang terjadi di Indonesia selama ini kampanye yang merupakan penawaran program itu  ternyata hanya   diikuti oleh para pendukung-pendukung setianya saja, sedang yang bukan pendukungnya tidak mau hadir atau tidak berani hadir dalam kampanye itu, kalau toh hadir malah akan menimbulkan kecurigaan dari pendukung utamanya dan kemungkinan akan terjadi pertikaian.

Bagaimana Sistem Pemilu Di Indonesia : menurut saya rakyat Indonesia belum dewasa berdemokrasi, karena mereka (masyarakat umum) belum bisa menerima  perbedaan, sehingga menganggap kalau berbeda partainya atau golongannya berarti musuhnya, maka mereka tidak bisa menerima kehadiran orang yang bukan partai atau golongannya menghadiri dan mengikuti dalam pawai atau pidato kampanye yang disampaikan calon tersebut.

Solusinya : Menurut pandangan saya, dengan melihat pengalaman yang telah berlangsung selama ini, maka pemilu cukup sekali saja dalam kurun waktu 5 tahun yaitu memilih wakil-wakil rakyat saja, sedang pemilihan Presiden dan kepala-kepala daerah dilakukan oleh MPR untuk Presiden dan DPRD untuk para kepala Daerah. Sehingga seorang Presiden dalam menjalankan pemerintahan harus di daraskan dari mandate Rakyat yang dibuat oleh MPR berupa GBHN. Jadi tidak perlu lagi pemilihan Presiden dan Kepala Daerah secara langsung, karena kenyataan dilapangan hal tersebut banyak menimbulkan tindak kekerasan dan kerusuhan, yang akibatnya rakyat yang menderita kerugian. Serta para calon Presiden dan kepala daerah itu harus orang yang berpendidikan tinggi, serta telah berpengalaman di bidang manajemen birokrasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar