Sabtu, 26 Oktober 2013

Tugas Bahasa Indonesia


KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 pelacur jalanan yang sering mangkal di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dijaring polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur.

Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah penjaja cinta itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka mejeng di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang mejeng,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran.

Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, pelacur tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semak-semakan tak jauh dari lokasi.

Namun, karena tempat esek-esek jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil pelacur yang bisa lolos dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar pelacur itu ikut diringkus.

NB: Kata-kata berwarna merah adalah kata-kata yang ejaan dan diksi yang salah.
Kata-kata yang ejaan dan diksinya salah:
Pelacur                         : Wanita Tuna Susila
Mangkal                       : Menetap
Dijaring                        : Dirazia
Mejeng                         : Menampakkan diri
Semak – semakan        : Semak – semak
Diringkus                     : Ditanggap     



Bahasa Indonesia 2


KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 pelacur jalanan yang sering mangkal di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dijaring polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur.

Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah penjaja cinta itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka mejeng di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang mejeng,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran.

Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, pelacur tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semak-semakan tak jauh dari lokasi.

Namun, karena tempat esek-esek jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil pelacur yang bisa lolos dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar pelacur itu ikut diringkus.

NB: Kata-kata berwarna merah adalah kata-kata yang ejaan dan diksi yang salah.
Kata-kata yang ejaan dan diksinya salah:
Pelacur                         : Wanita Tuna Susila
Mangkal                       : Menetap
Dijaring                        : Dirazia
Mejeng                         : Menampakkan diri
Semak – semakan        : Semak – semak
Diringkus                     : Ditanggap     



Sabtu, 05 Oktober 2013

TUGAS BAHASA INDONESIA


KALIMAT BAKU

TINGKAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN

Terdapat tiga tingkat pengambilan keputusan konsumen spesifik, yaitu :
  1. Pemecahan masalah yang luas, konsumen membutuhkan berbagai informasi untuk menetapkan serangkaian kriteria yang berguna menilai merek-merek tertentu dan banyak informasi yang sesuai mengenai setiap merek yang akan dipertimbangkan.
  2.  Pemecahan masalah yang terbatas, konsumen tetal menetapkan kriteria dasar untuk menilai kategori produk dan berbagai merek dalam kategori tersebut. 
  3.  Perilaku sebagai respon yang rutin, konsumen telah memepunyai beberapa pengalaman mengenai kategori produk dan serangkaian kriteria yang ditetapkan dengan baik untuk menilai berbagai merek yang sedang mereka pertimbangkan.

KALIMAT TIDAK BAKU

BADUNG, KOMPAS.com - Pemerintah menginginkan wirausaha muda bisa dipermudah mengakses kredit perbankan. Hal ini untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam berwirausaha. Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan pemberian kemudahan untuk akses kredit perbankan ini agar mahasiswa tidak mengerubungi perusahaan besar untuk memperoleh dana bantuan. "Arahnya nanti semacam kita memberikan pembinaan sekaligus kemudahan, katakanlah mengakses kredit perbankan dan keuangan," kata Hatta di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Nusa Dua Bali, Jumat (4/10/2013) Nantinya mahasiswa ini juga bisa mengakses ke pekerjaan atau proyek-proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sehingga tidak melulu usaha kecil saja yang bisa dilakukan oleh mahasiswa ini.  Namun demikian, Hatta mengharapkan agar wirausaha pemula ini tetap menjaga sisi kehati-hatian (governance) dalam berwirausaha. Bagaimanapun, wirausaha di bidang apapun juga memiliki resiko yang harus ditanggung oleh wirausaha itu sendiri. "Nanti mahasiswa juga bisa diberi kemudahan untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR)," tambahnya. Khusus untuk KUR, pemberian akses kredit ini akan memberi pelajaran bagi wirausaha tingkat pemula karena kredit yang disarankan oleh perbankan setidaknya Rp 20 juta. Secara pelan-pelan, wirausaha pemula ini juga akan mendapat pelatihan. Harapannya, jumlah plafon kredit tersebut akan meningkat seiring dengan perkembangan usahanya. "Lalu tadi kami juga membicarakan, bahwa yang tadinya sudah mendapat modal kerja tapi tidak dapat modal investasi, kita perbolehkan. Jadi dapat modal kerja sekaligus modal investasi," tambahnya.

SUMBER :