Jurnal
Perilaku Konsumen
Tema
: Perilaku Konsumen
PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGGUNAAN
KARTU KREDIT DI
WILAYAH DKI JAKARTA
Risna Sulistyawaty
ABSTRAK
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana jenis penggunaan kartu kredit dapat
memprediksi pengelompokkan konsumen ke dalam kelompok pengguna dan kelompok
bukan pengguna kartu kredit selain itu faktor-faktor apa saja yang menjadi motivasi
konsumen untuk menggunakan dan tidak menggunakan kartu kredit. Metode penelitian
yang digunakan adalah dengan menggunakan data primer, data primer ini diperoleh
dengan melalui penyebaran kuesioner dan alat analisis yang digunakan adalah
analisis faktor dengan metode KMO dan Bertlett’s Test dan Anti-Image Correlation.
Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada tiga kelompok
pemakai kartu kredit yaitu kelompok pemakai jarang, kelompok pemakai sedang dan
kelompok pemakai sering dan kesimpulan berikutnya ada dua faktor yang mempengaruhi
pengguna kartu kredit yaitu faktor keunggulan dan faktor kemudahan dan hanya
satu faktor yang mempengaruhi bukan pengguna kartu kredit yaitu factor tidak
butuh. Kata kunci : Kartu Kredit, Cluster Pemakai Kartu Kredit, Faktor-faktor
yang Memotivasi.
PENDAHULUAN
Latar
Belakang Masalah
Di
jaman era globalisasi ini untuk melakukan transaksi, dapat digunakan berbagai sarana
pembayaran, mulai dari cara yang paling tradisional, sampai dengan cara yang paling
modern sekalipun. Sejalan dengan perkembangan jaman ditemukan cara yang paling
efisien dan efektif untuk melakukan transaksi pembayaran yaitu dengan menggunakan
kartu plastik atau lebih dikenal dengan kartu kredit yang mampu menggantikan
fungsi uang sebagai alat pembayaran. Kartu kredit ini dapat pula digunakan
untuk berbagai keperluan yang berfungsi sebagai alat pembayaran tunai. Penggunaan
kartu kredit dirasakan lebih aman dan praktis untuk segala keperluan, seperti
untuk keperluan uang tunai dalam bepergian, bahkan dewasa ini kartu kredit sudah
dapat digunakan untuk segala bentuk pembayaran secara internasional. Pelopor
pengembangan kartu kredit di Indonesia dilakukan oleh Citibank dan Bank Duta.
Dewasa ini jenis kartu kredit yang beredar adalah Master Card, Visa Card, Visa
BCA, Dinner Club, Amex Card dan kartu-kartu kredit lainnya. Khusus untuk Dinner
Club merupakan kartu kredit yang bukan dikeluarkan oleh bank, akan tetapi oleh
lembaga pembiayaan seperti PT. Dinner Jaya Indonesia.
Perumusan Masalah
Kehidupan
di kota-kota besar yang penuh kesibukan membuat orang cenderung menginginkan
yang serba cepat, mudah dan praktis termasuk untuk kegiatan yang bersifat
konsumtif. Fenomena ini oleh pihak bank selaku penerbit kartu kredit dijadikan acuan
untuk menawarkan kepraktisan dan keamanan dalam berbelanja. Adanya kartu kredit
ini bagi sebagian orang benar-benar mendukung gaya hidup yang dianutnya, sehingga
mereka memanfaatkan pada hampir semua transaksi pembelian barang atau jasa.
Sebagian lainnya walaupun memakai kartu kredit, hanya memanfaatkan sekali-kali saja,
namun masih ada pula orang yang tetap menganut gaya hidup tradisional yang lebih
senang membayar tunai untuk segala sesuatu yang dibelinya.
Tujuan Penelitian
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana jenis penggunaan kartu kredit dapat
memprediksi cluster konsumen ke dalam kelompok pengguna kartu kredit dan kelompok
bukan pengguna kartu kredit dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang
menjadi motivasi responden untuk menggunakan kartu kredit dan tidak menggunakan
kartu kredit. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa
dianggap sebagai pembuktian empiris model alternatif untuk memprediksi cluster
konsumen ke dalam kelompok pemakai kartu kredit dan bukan pemakai kartu kredit
dalam kaitannya dengan gaya hidup seseorang terhadap kartu kredit, hasil
penelitian ini dapat diharapkan akan memberikan jawaban tentang pemanfaatan
kartu kredit dari masing-masing kelompok pemakai kartu kredit dan hasil studi
tentang kartu kredit ini diharapkan akan memberikan jawaban terhadap kebutuhan
akan studi tentang kartu kredit yang semakin dirasakan kepentingannya dalam era
globalisasi.
TINJAUAN PUSTAKA
Tujuan
utama pemasar adalah melayani dan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Oleh karena itu, pemasar perlu memahami bagaimana perilaku konsumen dalam usaha
memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Menurut Engel et.al. (2001), menyatakan
bahwa perilaku konsumen adalah tindakan langsung untuk mendapatkan konsumsi,
dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan
mengikuti tindakan ini. Kotler dan Amstrong (2003), mengemukan bahwa perilaku
konsumen adalah perilaku pembelian konsumen akhir, baik individu maupun rumah
tangga yang membeli produk untuk konsumsi personal. Sementara itu, Mowen et.al.
(2001), mengemukan bahwa perilaku konsumen adalah studi tentang unit pembelian
dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan barang
dan jasa, pengalaman serta ide-ide. 3 Definisi terakhir sangat sederhana tetapi
mengandung sejumlah konsep penting. Pertama, proses pertukaran dimana segala
sumber daya ditransfer diantara kedua belah pihak antar konsumen dengan
perusahaan yang melibatkan serangkaian langkahlangkah, dimulai dari tahap
perolehan atau akuisisi, lalu ke tahap konsumsi, dan berakhir dengan tahap
disposisi produk atau jasa. Kedua, unit pembelian, hal ini dikarenakan
pembelian dilakukan oleh kelompok ataupun individu, dimana keputusan pembelian
dilakukan oleh individu atau sekelompok orang. Berdasarkan
pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen
berkaitan erat dengan proses pengambilan keputusan untuk menggunakan barang
atau jasa untuk memuaskan kebutuhannya. Dalam ilmu ekonomi dikatakan bahwa
manusia adalah makhluk ekonomi yang selalu berusaha memaksimalkan kepuasannya
dan selalu bertindak rasional. Para konsumen akan berusaha memaksimalkan
kepuasannya selama kemampuan finansialnya memungkinkan. Mereka memiliki
pengetahuan tentang alternatif produk yang dapat memuaskan kebutuhan mereka.
Selama utilitas marjinal yang diperoleh dari pembelian produk masih lebih besar
atau sama dengan biaya yang dikorbankan, konsumen cenderung akan membeli
produk. Pada hakikatnya kebutuhan konsumen akan mengalami perubahan dalam hidupnya
sejalan dengan perubahan sosial, ekonomi dan budaya yang terjadi pada lingkungan
dimana mereka hidup. Perubahan tersebut akan mempengaruhi perilaku konsumen,
yaitu dalam mengambil keputusan pembelian atau penggunaan suatu produk barang
dan jasa. Zeithaml dan Bitner (2000), berpendapat bahwa tahapan-tahapan yang
dilakukan konsumen dalam pengambilan keputusan dan mengevaluasi jasa yang
ditawarkan dapat dibagi menjadi empat sebagai berikut : pencarian sumber-sumber
informasi, penilaian berbagai alternatif jasa, pembelian dan penggunaan, dan
evaluasi pasca pembelian. Berdasarkan model perilaku konsumen yang berhubungan
dengan pengambilan keputusan, penggunaan atau pembelian suatu produk jasa,
dalam hal ini kartu kredit, maka setiap bank harus mengetahui tentang kebutuhan
dan karakteristik nasabah (karakteristik individu) yang mendasar yang sangat
diperlukan untuk pelaksanaan suatu program kinerja bauran pemasaran jasa. Karakteristik
individu merupakan suatu proses psikologis yang mempengaruhi individu dalam
memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman.
Karakteristik individu terdiri dari : sumber daya konsumen; motivasi; keterlibatan;
pengetahuan; sikap; kepribadian; nilai dan gaya hidup. Karena dengan memahami
gaya hidup konsumen akan sangat bermanfaat bagi pemasar. Terdapat empat manfaat
yang dapat diperoleh pemasar dari pemahaman terhadap gaya hidup konsumen.
Pertama, pemasar dapat menggunakan gaya hidup konsumen untuk melakukan
segmentasi dan memposisikan produk di pasar sasaran. Kedua, pemahaman gaya
hidup konsumen juga akan membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan
menggunakan iklan. Ketiga, jika gaya hidup telah diketahui, maka pemasar dapat
menempatkan iklan produknya pada media yang paling cocok. Keempat, mengetahui
gaya hidup konsumen berarti pemasar dapat mengembangkan produk sesuai dengan
tuntutan gaya hidup mereka. Kotler (1988), mengatakan bahwa gaya hidup
merupakan pola hidup seseorang di dalam dunia yang diekspresikan dalam
aktivitas, minat dan pendapat orang tersebut. Gaya hidup menggambarkan
kehidupan manusia secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungannya.
Gaya hidup merefleksikan sesuatu yang melebihi kelas social 4 maupun
kepribadian seseorang. Gaya hidup digunakan untuk segmentasi pasar karena gaya
hidup menggambarkan secara luas kehidupan sehari-hari konsumen. Menurut Plummer
(1974), segmentasi pasar berdasarkan gaya hidup berorientasi pada konsumen dan
bukan berorientasi pada produk. Oleh kaena itu segmentasi pasar berdasarkan
gaya hidup dapat mengelompokkan konsumen ke dalam berbagai jenis gaya hidup
yang unik berdasarkan aktivitas, minat dan pendapat konsumen. Pola konsumsi
dengan menggunakan kartu kredit terlihat ada kaitannya dengan kelas sosial,
tingkat penghasilan dan gaya hidup seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh
Slocum dan Matthews (1970), di Amerika Serikat menunjukkan bahwa orangorang dari
kelas sosial yang lebih rendah cenderung memakai kartu kredit untuk tujuan angsuran
sedang orang-orang dari kelas sosial yang lebih tinggi untuk tujuan kemudahan.
Selain itu, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa semua pemakai
kartu kredit secara umum mempunyai sikap positif terhadap kredit. Namun demikian
pemakai dengan tujuan angsuran cenderung menggunakan kartu kredit lebih sering
ketimbang pemakai dengan tujuan kemudahan. Menurut Ingene dan Levy (1982), ada
tiga alasan mengapa seseorang memilih untuk memakai kartu kredit daripada
membayar tunai. Pertama, karena konsumen membutuhkan kredit untuk mampu membeli
barang atau jasa yang diinginkan. Kedua, konsumen ingin memanfaatkan kenyamanan
untuk tidak perlu membawa-bawa uang tunai. Ketiga, konsumen merupakan orang
yang sangat perhitungan dan memahami keuntungan yang diperoleh dari membeli
sekarang dan membayar kemudian.
METODE PENELITIAN
Dalam
penelitian ini menggunakan metode kajian lapangan (field studies) yaitu suatu kajian
ilmiah Non Eksperimental yang secara sistematis mempelajari hubungan atau korelasi
dan menguji hipotesis, serta dilakukan dalam situasi kehidupan nyata (Kerlinger,
1986). Selain itu peneliti menggunakan data gabungan yaitu : data primer dengan
menyebarkan kuesioner kepada konsumen dan data sekunder yang didapat dari beberapa
buku, penelitian sebelumnya, dan dari internet. Perilaku pemegang kartu kredit
dan bukan pemegang kartu kredit adalah skor yang diperoleh dari penelitian
melalui kuesioner tentang perilaku konsumen dengan dimensi motivasi yang
mendorong konsumen menggunakan kartu kreditnya di wilayah DKI Jakarta. Untuk
pengguna kartu kredit dilihat dari indikator yaitu : praktis dan aman, cadangan
uang, fasilitas dan kemudahan, diskon khusus, beli sekarang dan membayar
kemudian dan reward. Untuk bukan pengguna kartu kredit dapat dilihat dari indikator
yaitu : belum perlu akan kartu kredit, belum tertarik akan kartu kredit dan tidak
menyukai segala bentuk kredit. Dalam melakukan penelitian ini sampel yang
diambil dari populasi menggunakan judgment sampling, yaitu suatu prosedur
dimana peneliti menggunakan segala upaya dalam memilih sampel yang dirasa cocok
dalam penelitiannya. Prosedur dan tehnik pengambilan digunakan judgment
sampling sebanyak 100 responden yang mempunyai dan tidak mempunyai kartu kredit
di 3 wilayah DKI Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan survey langsung
terhadap responden melalui pemberian kuesioner. Bentuk jawaban atau tanggapan
biasa digunakan dalam kuesioner adalah bentuk format likert yang didesain agar
memungkinkan konsumen untuk menjawab pertanyaan dengan variasi derajat
tertentu. Jawaban setiap item 5 instrumen yang menggunakan skala likert
mempunyai gradasi dari jawaban negative (dengan angka rendah) sampai dengan
jawaban positif (angka besar) yang ditunjuk dengan skor / nilai tertentu. Setelah
data yang dibutuhkan telah didapat, maka melakukan pengolahan data. Dalam
penelitian ini ada 3 (tiga) cara yang dipakai untuk menganalisis data yaitu : pertama,
uji reliabilitas; untuk mengetahui apakah alat pengumpulan data pada dasarnya menunjukkan
tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensi alat tersebut dalam
mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompk individu, walaupun dilakukan pada
waktu yang berbeda. Dalam penelitian ini teknik realibilitas yang
digunakanadalah Alpha Cronnbach dengan rumus yang telah disederhanakan sebagai
berikut : α = k r 1 + ( k – 1 ) r
Keterangan
:
k
= jumlah butir
r
= korelasi rata-rata antar butir
Kedua,
uji validitas ; untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun
benar-benar mengukur apa yang perlu diukur. Uji validitas berguna untuk
menentukan seberapa cermat suatu alat melakukan fungsi ukurannya. Dalam
penelitian ini uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing
pertanyaan dengan jumlah skor untuk masing-masing variabel. Angka korelasi yang
diperoleh secara statistic harus dibandingkan dengan angka kritik tabel
korelasi nilai r (product moment). Bila r hitung > r tabel berarti data
tersebut valid dan layak digunakan dalam pengujian hipotesis penelitian. Dan
sebaliknya bila r hitung < r tabel berarti data tersebut tidak valid dan tidak
akan diikutsertakan dalam pengujian hipotesis penelitian. Ketiga, uji analisis faktor
; untuk menentukan faktor-faktor yang memotivasi pemegang kartu kredit menggunakan
kartu kreditnya dan bukan pemegang kartu kredit perlu dilakukan analisis faktor
terhadap variabel-variabelnya. Dalam hal ini analisis faktor juga relevan
sebagai validitas konstruk yang menguji validitas skala secara keseluruhan
(Anastasi, 1990). Analisis faktor merupakan tehnik statistik yang dipakai untuk
mengurangi jumlah variabel yang banyak menjadi seperangkat variabel yang lebih sedikit
atau untuk memahami pola antar hubungan di antara variabel-variabel yang
diamati (Tabachnick & Fidell, 1983). Secara umum model analisis faktor
dapat dirumuskan sebagai berikut :
Xi
= Ai1 F1 + Ai2 F2 + …….. + Aik Fk + Ui
Dimana
:
F
= Common Faktor merupakan faktor yang dimiliki secara bersama oleh beberapa
variabel.
U
= Unique Faktor merupakan faktor yang dimiliki oleh suatu variabel yang tidak dapat
dijelaskan oleh Common Faktor.
A
= Konstanta yang dipakai untuk menggabungkan faktor-faktor K.
Faktor-faktor
diduga dari variabel-variabel yang dapat diamati dan dapat diestimasi gabungan
linier dari variabel-variabel yang dapat dijelaskan pada rumus berikut :
Fj
= Wji Xi = Wji X1 + Wji X2 + ……. + Wjp Xp
Dimana
: Wj merupakan koefisien skor-skor faktor yang diketahui dan p merupakan
jumlah
variabel. Proses analisis faktor mencoba menemukan hubungan (interrelationship)
antar sejumlah variabel-variabel yang saling independent satu dengan yang lain,
sehingga dapat dibuat satu atau beberapa kumpulan variabel yang lebih sedikit
dari jumlah variabel awal. Pada dasarnya tujuan analisis faktor adalah Data
Summarization yaitu mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel dengan
melakukan uji korelasi antar variabel. Besar korelasi parsial diberikan lewat
pilihan Anti-Image Correlation. Pengujian seluruh matrik korelasi (korelasi
antar variabel) diukur dengan besaran Bartlett Test Of Sphericity atau Measure
Sampling Adequacy (MSA).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data
yang diperoleh melalui penelitian dari 100 sampel adalah terdapat 50 orang pemakai
dan 50 orang bukan pemakai kartu kredit dengan berbagai latar belakang yang berbeda.
Untuk pemakai kartu kredit dapat diketahui cluster atau kelompok pemakai kartu
kredit yang terdiri dari kelompok pemakai jarang (1-3 kali), kelompok pemakai sedang
(4-6 kali) dan kelompok pemakai sering (> 6 kali) yang dapat dilihat pada table
berikut ini :
Tabel 1 Cluster Pemakai Kartu Kredit
|
Pemakai
Jarang
(1-3 kali)
|
Pemakai
Sedang
(4-6 kali)
|
Pemakai
Sering
(> 6 kali
|
|
%
|
%
|
%
|
|
Usia
|
|
|
|
|
25-32 tahun
33-40 tahun
41-48 tahun
49-56 tahun
>56 tahun
|
28
24
6
0
2
|
10
6
4
6
2
|
6
4
2
0
0
|
|
Pendidikan
|
|
|
|
|
SD/SMP
SMA
Diploma
S1
S2/S3
|
0
6
38
36
10
|
0
2
6
18
2
|
2
2
6
2
0
|
|
Pengeluaran
RT
|
|
|
|
|
Rp 2 jt ≤ x ≤
Rp 3jt
Rp 3 jt ≤ x ≤
Rp 4,5 jt
Rp 4,5 jt ≤ x
≤ Rp 6 jt
Rp 6 jt ≤ x
≤Rp 8 jt
Rp 8 jt ≤ x ≤
Rp 10 jt
> Rp 10 jt
|
38
14
4
2
2
0
|
6
8
10
2
2
0
|
2
8
0
0
0
2
|
|
Jabatan
|
|
|
|
|
Direksi/GM
Manajer
Staff/SPV
Lainnya
|
2
0
48
10
|
2
8
18
0
|
2
0
8
2
|
Sumber : Data yang diolah
Pada
tabel 1 dapat diketahui distribusi subyek berdasarkan usia, tingkat pendidikan,
jumlah pengeluaran rumah tangga, dan jabatan. Dari tabel diatas dapat disimpulkan
bahwa untuk kelompok usia 25-32 tahun menghasilkan presentase yang paling
banyak dari masing-masing kelompok pemakai kartu kredit, yaitu pemakai sering sebanyak
6%, pemakai sedang 10% dan pemakai jarang 28%. Kelompok pemakai berdasarkan
pendidikan yang paling dominan adalah pendidikan sarjana (S1) untuk pemakai
jarang sebanyak 36% dan pemakai sedang sebanyak 18% sedangkan pendidikan
diploma yang paling dominan untuk pemakai sering sebanyak 6%. Kelompok yang
dominan dalam pengeluaran rumah tangga adalah pemakai jarang sebanyak 38%
dengan pengeluaran rumah tangga Rp 2.000.001–Rp 3.000.000. Pemakai sedang
sebanyak 10% dengan pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 4.500.001–Rp 6.000.000
dan untuk kelompok pemakai sering sebanyak 8% dengan pengeluaran rumah tangga
Rp 3.000.001–Rp 4.500.000. Jabatan Staff/SPV memiliki presentase yang paling
banyak untuk semua kelompok pemakai kartu kredit dibandingkan jabatan lainnya.
Untuk pemakai jarang sebanyak 48%, pemakai sedang sebanyak 18% dan pemakai
sering 8%. Sedangkan untuk faktor-faktor yang memotivasi pengguna kartu kredit
untuk menggunakan kartu kreditnya terdiri dari 2 faktor yaitu : faktor
keunggulan yang berisikan variabel praktis, diskon khusus dan reward. Serta
faktor kemudahan yang berisikan variabel cadangan uang, fasilitas dan
kemudahan, beli sekarang dan membayar kemudian. Faktor-faktor yang memotivasi bukan pengguna
kartu kredit untuk tidak menggunakan kartu kredit terdiri dari 1 faktor yaitu
faktor tidak butuh yang berisi variabel belum perlu akan kartu kredit, belum
tertarik akan kartu kredit dan tidak suka akan bentuk kredit.
DAFTAR PUSTAKA
Cakravorti,
Sujit, (2003), “Theory Of Credit Card Networks : A Survey Of The Literature”,
Journal of economics, vol.2 no.2 hal 50-68
Eka,
Ni Putu dan Jubaedah, (2007), “Analisis Pemegang Kartu Kredit di DKI Jakarta”,
Laporan penelitian, Universitas Pembangunan Nasional, Jakarta.
Gunawan,
Aries Indra, (2005), “Pengaruh Karakteristik Pemegang Kartu dan Fitur Layanan
Terhadap Transaksi Kartu Kredit”, Tesis, Universitas Gunadarma, Jakarta.
Hayashi,
Yuka, (2006), “In Japan, Bank and Consumers Turn to Plastic ; Lender Seek New
Growth Areas As Traditional Business Declines ; Swapping Cash for Credit Cards”;
Wall Street Journal, Eastern edition, New York
Hurriyati,
Ratih, (2008), “Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen”, edisi 2, CV. Alfabeta,
Bandung.
Kasmir,
(2002), “Dasar-dasar Perbankan”, PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Pawitra,
Teddy, (2002), “Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran”, edisi 2, PT.
Remaja Rosdakarya, Bandung.
Pinto,
Marybeth and Marry Jo Bitner, (2008), “Consumer Vulnerability and Credit Card
Knowledge Among Developmetally Disable Citizens”, Journal of Consumer Affairs,
Vol 42, edisi 3, hal 425-439
Rizqasari,
Indriati, (2005), “Pengaruh Karakteristik Individu Terhadap Persepsi dan Tingkat
Pengguna Kartu Kredit Pada Karyawan Bank”, Tesis, Universitas Gunadarma,
Jakarta.
Sarwono,
Jonathan, (2005), “Teori dan Praktik Riset Pemasaran dengan SPSS”, CV. Andi
Offset, Yogyakarta.
Simamora,
Bilson, (2004), “Riset Pemasaran ; Falsafah, Teori dan Aplikasi”, PT. Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta.
Sujarweni,
V. Wiratna, (2008), “Belajar Mudah SPSS Untuk Penelitian”, PT. Global Media
Informasi, Yogyakarta.
ANALISIS
KESIMPULAN :
Di jaman era globalisasi ini untuk melakukan transaksi, dapat digunakan
berbagai sarana pembayaran, mulai dari cara yang paling tradisional, sampai
dengan cara yang paling modern sekalipun. Sejalan dengan perkembangan jaman
ditemukan cara yang paling efisien dan efektif untuk melakukan transaksi
pembayaran yaitu dengan menggunakan kartu plastik atau lebih dikenal dengan
kartu kredit yang mampu menggantikan fungsi uang sebagai alat pembayaran. Ada
yang menggunakan kartu kredit untuk mempermudah hidupnya dan sesuai dengan gaya
hidupnya dan ada pula yang tidak menggunakan kartu kredit itu sesuai dengan
gaya hidupnya. Karena gaya hidup individu itu berbeda dengan individu yang
lainnya. Faktor-faktor yang memotivasi bukan pengguna kartu kredit untuk tidak
menggunakan kartu kredit terdiri dari 1 faktor yaitu faktor tidak butuh yang
berisi variabel belum perlu akan kartu kredit, belum tertarik akan kartu kredit
dan tidak suka akan bentuk kredit.