JURNAL 1
PENGARUH ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG
JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA ORGANISASI (Penelitian Pada Pegawai
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur)
Abstrak
Masalah yang menjadi kajian pada penelitian ini adalah mengenai kinerja organisasi. Variabel yang mempengaruhi kinerja organisasi dalam penelitian ini adalah etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, analisis dalam penelitian ini mengungkap “apakah terdapat pengaruh antara etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja organisasi. ”Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Survey, dengan teknik pengumpulan data kuesioner skala lima kategori Likert. Sumber data diperoleh dari populasi pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Cianjur. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah regresi. Teknik ini digunakan untuk mengukur pengaruh yang disebabkan variabel bebas terhadap variabel terikat.Variabel etika bisnis diukur melalui indikator otonomi, keadilan, kejujuran, saling menguntungkan, dan integritas moral, dan variabel tanggung jawab sosial perusahaan diukur melalui indikator market actions, mandated actions, dan voluntary actions. Kedua variabel bebas tersebut diukur berdasarkan persepsi pegawai. Adapun variabel kinerja organisasi diukur melalui indikator perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur berdasarkan kondisi riil tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur.
Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa etika bisnis PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori tinggi sedangkan untuk tanggung jawab sosial perusahaan dan tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa perbaikan kinerja organisasi di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur untuk selanjutnya dijadikan dasar dalam menganalisis tingkat kinerja organisasinya.
Masalah yang menjadi kajian pada penelitian ini adalah mengenai kinerja organisasi. Variabel yang mempengaruhi kinerja organisasi dalam penelitian ini adalah etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, analisis dalam penelitian ini mengungkap “apakah terdapat pengaruh antara etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja organisasi. ”Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Survey, dengan teknik pengumpulan data kuesioner skala lima kategori Likert. Sumber data diperoleh dari populasi pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Cianjur. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah regresi. Teknik ini digunakan untuk mengukur pengaruh yang disebabkan variabel bebas terhadap variabel terikat.Variabel etika bisnis diukur melalui indikator otonomi, keadilan, kejujuran, saling menguntungkan, dan integritas moral, dan variabel tanggung jawab sosial perusahaan diukur melalui indikator market actions, mandated actions, dan voluntary actions. Kedua variabel bebas tersebut diukur berdasarkan persepsi pegawai. Adapun variabel kinerja organisasi diukur melalui indikator perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur berdasarkan kondisi riil tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur.
Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa etika bisnis PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori tinggi sedangkan untuk tanggung jawab sosial perusahaan dan tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa perbaikan kinerja organisasi di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur untuk selanjutnya dijadikan dasar dalam menganalisis tingkat kinerja organisasinya.
ETIKA BISNIS DALAM MOBILE MARKETING
(Studi Deskriptif Kualitatif pada
Jualan Branded Group danApriliza Shop)
ABSTRAK
Etika
bisnis adalah seni dan disiplin dalam menerapkan prinsip-prinsipetika untuk
mengkaji dan memecahkan masalah-masalah moral yang kompleks. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui, mengidentifikasikan, dan menganalisis penerapan
etika bisnis dalam Mobile Marketing yang dilakukan oleh reseller fashion
melalui Blackberry Messenger (BBM).
Penelitian
ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian
mengamati etika bisnis ditinjau dari sudut pandang reseller bisnis
dan konsumen reseller fashion dalam group BBM serta menemukan model etika bisnis dalam mobile marketing . Informan dalam penelitian ini adalah Jualan
Branded Group dan Apriliza Shop sebagai reseller fashion. Sedangkan untukanalisis data menggunakan
wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa bisnis reseller fashion jugamemerlukan etika
bisnis. Etika bisnis menjadi semakin penting ketika kegiatan bisnis dilakukan
secara online karena transaksi berlangsung secara tidak tatap muka, seperti
bisnis reseller fasion adalah kejujuran, tanggung jawab, bersaingsecara sehat,
responsif, ramah, peduli dengan pelanggan, dedikasi yang tinggi. Hasil penelitian
ini juga menunjukan bahwa reseller fashion percaya denganmenerapkan etika
bisnis dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan loyalitasdari
konsumen. Dan adanya peningkatan penjualan seiring dengan
meningkatnyakepercayaan konsumen dan loyalitas konsumen terhadap eseller
fashion
.
Pengaruh
Etika Bisnis Terhadap Kejahatan Korporasi dalam Lingkup Kejahatan Bisnis
ABSTRACT
Much
of our lives and daily routines are affected by corporate activities. Business
ethics (also known as corporate ethics) is a form of applied ethics or professional
ethics that examine ethical principles and moral or ethical problems that arise
in a business environment.Corporate crime as a part of bussines crime refers to
crimes committed either by a corporation or by individuals that may be
identified with a corporation or other business entity. Corporate crime
demonstrates the destructive impact on politics, environment, consumers,
workers, stakeholders, foreign policy and future generations.
Keywords:
business crimes, business ethics, corporate crime.
KESIMPULAN
Sektor korporasi yang mampu berperan positif bagi
pembangunan nasional adalah sektor korporasi yang merupakan aset nasional dan bukan
korporasi yang hanya menjadi beban dan parasit masyarakat. Kelompok sektor
korporasi ini adalah kelompok yang patuh etika bisnis, misalnya patuh pada tata
kelola korporasi yang baik, taat pada aturan main persaingan bisnis yang sehat,
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan kata lain, peran positif
terhadap pembangunan nasional ini menunjuk pada korporasi yang mampu
mempraktekkan prinsip etika bisnis dan juga prinsip good corporate governance dalam
menjalankan kegiatan bisnisnya.
Perusahaan
yang ingin mencatat sukses dalam bisnis membutuhkan 3 (tiga) hal pokok, yakni: produk
yang baik dan bermutu, manajemen yang mulus dan etika. Produk yang baik serta manajemen
yang mulus merupakan hal yang dapat dicapai dengan memanfaatkan seluruh perangkat
ilmu dan teknologi modern, serta memakai ilmu ekonomi dan teori manajemen, sedangkan
perhatian terhadap etika dalam bebrbisnis masih sangat minim atau dapat dikatakan
tidak mendapatkan perhatian yang serius.
Pembaharuan
hukum dapat menciptakan insentif atau dorongan bagi publik untuk ikut memperhatikan
perilaku korporasi. Dalam hal ini, masyarakat sebagai stakeholder dari
korporasi dapat pula menjadi sarana pengawasan terhadap pelanggaran-pelanggaran
yang dilakukan oleh korporasi.
Bagi
para pelaku White Collar Crime, penghukuman atau penuntutan secara pidana dan penahanan
dapat menimbulkan suatu celaan atau kutukan sosial. Hilangnya reputasi mungkin
lebih penting bagi para pelaku daripada hilang uang karena dijatuhi denda
besar, oleh sebab itu publisitas luas yang memuat nama-nama individu yang
dihukum karena kejahatan bisnis dapat merupakan penjeraan yang efektif bagi
perilaku seperti itu di masa mendatang.
Berbagai
undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang diperlukan dalam rangka
melakukan kegiatan bisnis di Indonesia, saat ini hanya mengatur mengenai aspek hubungan
perdata antara pihak yang melakukan transaksi di sektor bisnis yang diatur
dengan undang-undang dan tidak memuat ketentuanketentuan pidana di dalamnya.
Banyak kewajiban yang dibebankan oleh ketentuan undang-undang tertentu ternyata
tidak bersanksi (pidana) apabila kewajiban-kewajiban tersebut dilanggar. Dengan
demikian, tujuan yang dicapai dengan adanya pembentukan undang-undang yang
bersangkutan menjadi tidak efektif
Ada
kecenderungan pemidanaan terhadap korporasi lebih banyak menggunakan asas “Subsidiaritas”,
yakni hukum pidana ditempatkan pada posisi sebagai “Ultimum Remedium”. Namun
sebagai upaya Deterrence Effect, untuk pemidanaan terhadap korporasi,
dimungkinkan mendudukkan hukum pidana sebagai “Primum Remedium”, karena
kejahatan korporasi dapat merusak sendi-sendi kehidupan ekonomi dan membahayakan
kelangsungan hidup suatu bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar